LARAS SUCIATI

C24100060

Laskar 27

Cerita inspirasi diri sendiri

Orang tua inspirasi terbesar dalam hidup.

Terlahir dari seorang rahim ibu saya adalah saya. Berasal dari latar belakng ekonomi yang tak bisa di tebak itulah saya, kadang merasakan ekonomi diatas maupun di bawah. Namun berada di tengah-tengah kedua orang tua saya membuat saya mengerti tentang kehidupan. Saya bingung harus bercerita inspirasi apa di dalam ini, namun dalam hidup saya orang tua lah yang menjadi inspirasi untuk kehidupan saya. Ayah saya seorang wirausaha atau wiraswasta, dari kelihayan tangan nya dia mampu menciptakan la lapangan kerja bagi orang lain, dari tangan nya saya dan keluarga bias bertahan hidup. Awalnya dia hanyalah seorang karyawan di sebuah toko sepatu, kurang lebih 2,5 tahun dia mengabdi kepada orang lain, dengan penghasilan yang pas-pasan dia mampu bertahan hidup, dalam benak nya ia selalu ingin merubah segalanya, ia teruh berusaha sekeras mungkin untuk merubah keadaan nya tak lupa pula di iringi dengan do’a dan pada akhirnya dia bias keluar dari semua nya. Ayahku memutuskan untuk bias buka usaha sendiri, dari mulai nol dia memulai bisnis nya, untung dan rugi sudah menjadi makanan untuk nya, tapi dia tak pernah putus asa dengan semua nya, kini ia sudah bias menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Dari sifat nya yang pekerja keras, pantang menyerah, tak pernah putus asa, adil, bijaksana, berjiwa social yang tinggi, dan religius, ia menjadi inspirasi saya untuk bias meneladani sifatnya.

Dan tak lupa juga mamah, walaupun dia hanya seorang ibu rumah tannga seperti hal nya ibu_ibu yang lain, namun sosok nya yang selalu sabar, rajin,prduli terhadap sesame menjadi tarikan untuk saya untuk mengikuti sifat nya itu. Karena bagi saya orang tua merupakan inspirasi terbesar dalam hidup saya.

Cerita inspirasi orang lain

5 Kualitas Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, “Nenek sedang menulis apa?”

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, “Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti.”

“Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya,” jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup.”

“Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?” pinta Adi

“Tentu saja Adi,” jawab Nenek dengan penuh kasih

“Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

“Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?”

“Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu.”

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi

LARAS SUCIATI

C24100060

Laskar 27

Cerita inspirasi diri sendiri

Orang tua inspirasi terbesar dalam hidup.

Terlahir dari seorang rahim ibu saya adalah saya. Berasal dari latar belakng ekonomi yang tak bisa di tebak itulah saya, kadang merasakan ekonomi diatas maupun di bawah. Namun berada di tengah-tengah kedua orang tua saya membuat saya mengerti tentang kehidupan. Saya bingung harus bercerita inspirasi apa di dalam ini, namun dalam hidup saya orang tua lah yang menjadi inspirasi untuk kehidupan saya. Ayah saya seorang wirausaha atau wiraswasta, dari kelihayan tangan nya dia mampu menciptakan la lapangan kerja bagi orang lain, dari tangan nya saya dan keluarga bias bertahan hidup. Awalnya dia hanyalah seorang karyawan di sebuah toko sepatu, kurang lebih 2,5 tahun dia mengabdi kepada orang lain, dengan penghasilan yang pas-pasan dia mampu bertahan hidup, dalam benak nya ia selalu ingin merubah segalanya, ia teruh berusaha sekeras mungkin untuk merubah keadaan nya tak lupa pula di iringi dengan do’a dan pada akhirnya dia bias keluar dari semua nya. Ayahku memutuskan untuk bias buka usaha sendiri, dari mulai nol dia memulai bisnis nya, untung dan rugi sudah menjadi makanan untuk nya, tapi dia tak pernah putus asa dengan semua nya, kini ia sudah bias menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Dari sifat nya yang pekerja keras, pantang menyerah, tak pernah putus asa, adil, bijaksana, berjiwa social yang tinggi, dan religius, ia menjadi inspirasi saya untuk bias meneladani sifatnya.

Dan tak lupa juga mamah, walaupun dia hanya seorang ibu rumah tannga seperti hal nya ibu_ibu yang lain, namun sosok nya yang selalu sabar, rajin,prduli terhadap sesame menjadi tarikan untuk saya untuk mengikuti sifat nya itu. Karena bagi saya orang tua merupakan inspirasi terbesar dalam hidup saya.

Cerita inspirasi orang lain

5 Kualitas Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, “Nenek sedang menulis apa?”

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, “Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti.”

“Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya,” jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup.”

“Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?” pinta Adi

“Tentu saja Adi,” jawab Nenek dengan penuh kasih

“Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

“Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?”

“Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu.”

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi

Search
Archives